Friday, May 31, 2013

Kata Frans Lebu Raya Tentang Esthon Foenay

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Calon Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dan Ir. Esthon Foenay, M.Si menyatakan, keduanya masih tetap fren dan saling berkomunikasi. "Kami selalu bertemu dan saling berkomunikasi. Kami masih Fren," ujar Esthon Foenay, saat ditemui Pos Kupang di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang, Kamis (30/5/2013) siang. Saat itu, Esthon baru selesai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-10 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) NTT.

Sementara Frans Lebu Raya, yang ditemui di Hotel Sasando Kupang, Selasa (28/5/2013) mengatakan, ia dan Esthon Foenay tetap fren (kawan dan bersahabat). Keduanya tetap solid mengakhiri masa jabatan selama lima tahun ini.

"Saya dan Pak Esthon tetap fren. Kami dua punya komitmen menyelesaikan kepemimpinan yang dipercayakan rakyat pada pilgub lima tahun lalu hingga akhir masa jabatan. Walau saat ini kami bersaing, tapi kami tetap menjaga persahabatan, keakraban sampai tugas-tugas yang diberikan rakyat lima tahun pertama ini selesai. Siapa yang bakal memimpin NTT lima tahun ke depan tergantung pilihan rakyat yang akan ditetapkan oleh KPU NTT sebagai penyelenggara pilgub," kata Frans.

Esthon mengatakan, kalah atau menang dalam kompetisi adalah hal biasa. Demikian juga dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT baru-baru ini. "Kalah atau menang, itu kehendak Tuhan," ujarnya  tersenyum.

Menurut dia, hasil pilgub kali ini memang belum diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT. Sebab semuanya masih dalam proses.  Namun, lanjut Esthon, proses politik itu tidak mengganggu 'kemesraan' antara dirinya dengan Frans Lebu Raya. Komunikasi di antara mereka telah  berlangsung selama ini. "Bukan baru kali ini kami saling berkomunikasi. Selama ini juga kami sering melakukan itu," ujarnya.

Ketika disinggung bahwa pasangan Esthon-Paul berkemungkinan gagal meraih hasil seperti yang diharapkan, Esthon mengatakan, kalah atau menang dalam kompetisi, itu hal biasa. "Dalam politik memang kami berbeda, tapi dalam Tuhan kita bersaudara. Saya happy-happy saja. Kenapa harus tegang?" tuturnya sambil melangkah meninggalkan ruang Rakerda, ditemani sejumlah pengurus Hipmi NTT.

Ditanya lagi apa perasaannya kalau hasil pesta demokrasi ini, pasangan Esthon-Paul kalah, Esthon mengatakan, KPU NTT belum mengumumkan hasil pemilihan Gubernur NTT putaran kedua. "Tapi dalam kompetisi, itu hal biasa," ujarnya lagi.

Apakah ia akan menggugat hasil Pilgub NTT? Esthon enggan berkomentar. "Saya tidak mau berkomentar. Itu soal lain," katanya.

Disaksikan Pos Kupang, selama di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang siang kemarin, Esthon tampak happy. Dengan gayanya yang familiar, ia menyapa semua peserta. Tatkala ia hendak meninggalkan hotel pun, Esthon kembali melambai-lambaikan tangannya kepada semua yang mengantarnya untuk berlalu pergi.  (kro/gem)

Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang
Post a Comment