Wednesday, December 11, 2013

Sebelum IBU Tercipta....



Sebelum IBU Tercipta....

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.
Kini giliran diciptakan para ibu.

Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata
lembut :
"Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk
menciptakan ibu ini ?"

Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat
perincian yang harus dikerjakan ?

01) Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi
bukan dari plastik.

02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas
dan tidak cepat capai

03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan
makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-
anaknya

04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung
keluhan anak-anaknya.

05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan
menyejukan hati anaknya.

06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang
patah, dan

07) Enam pasang tangan!! ---

Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "Enam
pasang tangan....? tsk tsk tsk"

"Tentu saja ! Bukan tangan yang merepotkan Saya,
melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur
segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.

08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki
seorang ibu.

"Bagaimana modelnya ?" Malaikat semakin heran.

Tuhan mengangguk-angguk. "Sepasang mata yang
dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan
bertanya : "Apa yang sedang kau lakukan di dalam
situ ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui
jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di
belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke
belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat
apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang
mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang
mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara!
Mata itu harus berkata : "Saya mengerti dan saya
sayang padamu".

Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi,"Istirahatlah"

"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai"

09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia
sakit.

10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan
satu setengah ons daging.

11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi
pada saat anak itu tidak ingin mandi....

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu
dengan perlahan.

"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.

"Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat.

"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang
bisa ia tanggung, pikul dan derita.

"Apakah ia dapat berpikir ?" tanya malaikat lagi.

"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat
memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang
Pencipta.

Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada
kebocoran disini"

"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan.
"Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata
kesedihan, air mata kekecewaan,air mata kesakitan,
air mata kesepian, air mata kebanggaan,
airmata....,airmata...."

Akhirnya Malaikat berkata pelan pada pembaca.........:

"JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA
INI KEPADA
ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA
INI DAPAT MENGHORMATI,
MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA"
Post a Comment