Wednesday, December 11, 2013

BERSYUKURLAH




Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang
mengeluh karena tak dapat membeli sepatu,
padahal sepatunya sudah lama rusak.
Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai
kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti
mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur
adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri
kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih
beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang
yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih
percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Rumput
tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari
rumput di pekarangan sendiri.

Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah
sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung
sambil menggumam, "Agus, Agus."
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan
masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter
menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya
ditolak oleh Agus."
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat
sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus
menerus memukulkan kepalanya di tembok dan
berteriak, "Agus, Agus".
"Orang ini juga punya masalah dengan Agus?"
tanyanya keheranan. Dokter kemudian
menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah
dengan Agus."

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati
apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur
merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang
sedang terapung di laut karena kapalnya karam,
namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa
demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak
laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua
hidup di tanah seberang. Kalau berhasil
selamat,saya sangat bahagia karena dapat berjumpa
dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati
tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya
akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga."
Post a Comment