Thursday, January 10, 2013

Kebersamaan yg terabaikan


KEBERSAMAAN YANG TERABAIKAN
WAHYU 3 : 20
Apakah teman – teman pernah mellihat lukisan Yesus yang berdiri di depan pintu dan mengetuk. Pada umumnya lukisan ini sering di artikan sebagai sebuah berita keselamatan yang menantikan respon hati kita untuk membiarkan Yesus masuk menjadi Juruselamat. Mungkin banyak di antara kita telah membuka pintu hati kita untuk-NYA.  Kita mengalami sukacita yang luar biasa atas kehadiran- Nya, menjalani keseharian dengan semangat, seperti jemaat Efesus yang menggebu – gebu karena kasih mula – mula pada Kristus.
Apakah kita  masih ingat akan hal itu, saat dimana kita awalnya menerima Kristus dan mengalami sukacita yang besar?
Hal inilah yang terjadi pada jemaat Laodikia yang suam – suam kuku, tidak dingin dan tidak panas. Jemaat yang merasa diri tidak kekurangan kerohanian namun di cela oleh Tuhan, “ karena engkau berkata : Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa – apa dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau  melarat dan malang, miskin, buta da telanjang.” ( Why 3 : 17 ). Maka, Tuhan memerintahkan jemaat Laodikia untuk kaya dalam firman_ Nyadan mengenakannya sebgai jubah kebenaran serta meminta pencerahan Roh Kudus untuk melihat dan mengevaluasi kerohanian mereka sehingga mereka dapat melihat dengan kacamata Tuhan, bukan dengan penilaian diri sendiri. Sebenarnya oleh sebab inilah Tuhan berkata : “ Lihat Aku berdiri di muka pintu dan mengetok,,,” Ia berharap pintu terbuka dan mendapat kembali kebersamaan yang telah lama hilang. Seringkali kita hanya membuka pintu pertama bagi-Nya untuk keselamatan kita tetapi selanjutnya kita kehilangan kebersamaan dengan_ Nya. Dan tanpa di sadari Kristus kembali berada di dpan rumah kita dengan ketukan pintu yang tidak pernah kita gubris karena kesibukan aktivitas rohani kita. Namun, kita tidakm menyadari bahwa kita melarat akan kehadiran-Nya.




Ada seorang teman yang pernah berkata pada temannya : “ saya lihat kamu begitu luar biasa ketika melayani di gereja tetapi saya tidak pernah melihat anda membaca Alkitab dan berdoa dalam keseharian hidup anda. Bahkan untuk tidurpun anda sering lupa berdoa. “ temannya berkata demikian karena mereka tinggal bersama dalam sebuah rumah. Temannya yang mendengar perkataan itu hanya tertawa. Bagaimana dengan kita ?
Kepada jemaat efesus yg kehilangan kasih mula-mula, Tuhan menegaskan “ sebab itu, ingatlah betapa dalamya kamu telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.” Dan juga kepada jemaat Laodikia yang merasa diri cukup rohani, Tuhan mengetuk pintu hati mereka agar segera merendahkan diri dan bertobat.
Pernyataan ini juga hendaknya mengingatkan kita dan menjadi sebuah jalan bagi Tuhan untuk menegaskan kerinduan hati-Nya yang ingin tetap tinggal dalam kebersamaan dengan kita.
Allah menginginkan kita untuk rendah hati dan tidak sombing riohani.. tapi tetap mendekatkan diri kita kepada-Nya, karena hanya Dia pribadi yang paling setia dan sahabat terbaik kita.
Marilah kita kembali mengintrospeksi diri di hadapan-Nya dan mulai mengawali kesibukan rohani kita dengan tetap menjaga kesibukan kita bersama Tuhan.



In English :


TOGETHERNESS neglected Revelation 3: 20 Are friends - friends ever start viewing a painting of Jesus standing at the door and knock. In general, this painting is often interpreted as a message of salvation that awaits the response of our hearts to let Jesus into a Savior. Perhaps many of us have opened the door of our hearts for HIM. We experience the incredible joy of His presence, living daily with the spirit, as the Ephesians are passionate - passionate as first love - first to Christ. Do we still remember it, the time when we first accepted Christ and experienced the great joy? This is what happens to the lukewarm church at Laodicea - lukewarm, neither cold nor hot. Congregation who feel no lack of spirituality but in reproach by God, "as you say, 'I am rich, I have prospered, and I do not lack anything - anything and knowest not that thou art wretched, and miserable, poor, blind da naked. "(Rev. 3: 17). So God commanded the church of Laodicea to rich firman_ sebgai Nyadan wear the robe of righteousness and seek enlightenment of the Holy Spirit to see and evaluate their spirituality so they can see with glasses God, not by self-assessment. Actually, because of this the Lord said, "Behold I stand at the door and knock,,," He hopes the door open and got back together that has been long lost. Often we just opened the first door for Him for our salvation but then we lost him dengan_ togetherness. And unconsciously dpan Christ back in our home with the door knock that we never oblivious due to the busyness of our spiritual activity. However, we realize that we are wretched tidakm his presence.



 
There is a friend who once said to his friend: "I see you are so incredible when serving in the church but I never see you read the Bible and prayed in daily life. Even for tidurpun you often forget to pray. "His friend said that because they live together in a house. Friends who heard it laughed. What about us? To the Ephesians who have lost their first love, the Lord affirmed "Therefore, remember how dalamya you have fallen! Repent and do again what you did at first. "And also to the church at Laodicea who feel themselves quite spiritual, God is knocking on the door of their hearts to immediately humble yourself and repent. This statement should also remind us and become a way for God to affirm the desire of His heart who wish to remain in solidarity with us. God wants us to be humble and not sombing riohani .. but still closer to Him, for He personally the most loyal and our best friend. Let us re-introspect ourselves before Him and begin to start our spiritual busyness to keep us busy with the Lord. 



Post a Comment