Sunday, February 19, 2012

AJARI IA DENGAN LEMAH LEMBUT


SAAT TEDUH HARI INI
Sabtu, 18 Februari 2012
Galatia 6 : 1 – 10

6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.



Renungan :

Ajari Ia Dengan Lemah Lembut

Kadang ketika kita kedapatan melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan ada rasa menolak untuk di nasihati, tidak mau di tegur, itu artinya Roh kudus tidak bekerja dan tidak berada di dalam kamu. Ajaklah Tuhan untuk berkarya di dalam hidup saudara dan tinggal di dalam kamu. Ada pun yang ketika berbuat salah, dengan sendirinya kita merasa di tegur oleh sesuatu itu artinya Roh Kudus sedang bekerja dalam diri saudara.
Kadang pun ketika kita mendapatkan teman / saudara kita melakukan pelanggaran, yang terjadi bukannya kita menasehati dan membawanya ke jalan yang benar tetapi yang ada kita marah marah , tidak ada kasih dalam diri kita. Sebagai anak Tuhan, kita harus memiliki Kasih itu, sebab Kasih itu bersumber dari Allah. Kita harus membimbing orang itu ke jalan yang benar dalam roh yang lemah lembut, sambil menjaga diri kita agar janganmasuk ke dalam pencobaan. Apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai, kebaikan yang kita tabur maka kebaikan pula yang kita tuai tetapi bila kejahatan yang kita tabur maka kejahatan pula yang kita tuai. Jangan jemu jemu untuk melakukan kebaikan bila kebaikan itu untuk memuliakan Nama Tuhan. Karena itu selama masih ada kesempatanbagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan kawan kita yang seiman.
Thanks GoD
Post a Comment