Tuesday, May 17, 2011

2Tawarikh Lakukan Dengan cara Tuhan Ketika kita mengalami masalah, apakah secara spontan kita langsung berusaha memecahkannya? Atau kita segera teringat pada orang yang dapat menolong kita memecahkan masalah itu? Atau kita datang kepada Allah dan memercayakan masalah itu pada Dia. Asa pernah mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa ketika menghadapi tentara Etiopia. Kita tentu masih ingat bagaimana pasukan berjumlah 300.000 orang harus melawan 1000.000 prajurit musuh. Nyatanya Asa menang karena Tuhan menolong dia. Namun pengalaman menakjubkan itu tidak terpatri kuat dalam ingatan Asa.Saatt menghadapi Baesa, Raja Israel, ia berlaku seperti orang yang tidak memiliki Allah. Apa yang dia lakukan justru berbanding terbalik dengan pengalamannya. Alih-alih beseru kepada Tuhan , Asa justru menghubungi Benhadad,Raja Aram, untuk berpihak kepadanya. Dengan banyak hadiah, Asa berhasil menyogok raja Aram agar mendukung Yehuda. Dan upaya Asa memang menampakan hasil.Asa beroleh keuntungan dari persahabatannya dengan dunia, tetapi ia mengorbankan iman kepada Allah. Akan tetapi , cara cara yang ditempuh Asa tidak diperkenan Tuhan. Dandengan tegas, Tuhan menyatakan hal itu melalui Hanani, sang pelihat. Anehnya , bukannya menyesal dan bertobat , Raja Asa justru sakit karena teguran itu. Dan iman Asa kepada Tuhan tampaknya berhenti sampai di situ. Karena wktu ia sakit di kemudian hari, Asa malah memilih mengandalkan pertolongan enaga medis dari pada mencari pertolongan Tuhan. Kitapun sesungguhnya berada dalam bahaya yang sama. Berkat yang kita terima dari Tuhan bukan merupakan jaminan bahwa iman kita akan tetap terpelihara. Kemauan untuk setia, kerelaan untuk tetap taaat,dan yang terutama kasih kita kepada Tuhan kiranya mengingatkan kita untuk senantiasa bergantung kepada Tuhan dalam mengatasi setiap persoalan yang menghadang kita. BIARLAH PERTOLONGAN TUHAN YANG NYATA, YAKINLAH BAHWA ALLAH SELALU MENOLONG KITA DAN ALLAH ITU DASYAT.
Post a Comment